air mata ini kembali deras mengalir membasahi pipi yang kering, merasakan dingin dari tetesan air mata yang mulai mengalirkan air karna kesedihanku sendiri, air mata ini mulai bertanya padaku *kapan kesedihanmu usai? sehingga aku tak perlu lagi keluar dari kelopak matamu karna akupun lelah* lalu apa yang bisa aku jawab saat itu? aku hanya terdiam dan berbicara *tunggu, tunggulah sampai ada seseorang yang menghapuskannya untukku dan menggantinya dg kebahagiaanku layaknya seperti dongeng yang bahagia slamanya* kmudian air mata itu kembali menjawab *haruskah aku juga ikut menunggu kbahagiaanmu itu, smntara aku sudah lelah jika di cap sebagai pembawa kesedihan dalam dukamu?* dan aku berkata *tak ada kesedihan tanpa sebab kau hanya perantara kesedihanku saja agar smua orang tau bahwa aku sedang bersedih, namun apa kamu tau aku tidak pernah memperlihatkan kau dihadapan orang banyak, lupakah kamu saat ada yang mlihatku brsedih aku segera menghapusmu dari pipiku dan menggantinya dg senyuman manis yang kau tau itu hanya kpalsuan agar mreka tidak berfikir negatif tentangmu, blm cukupkah perlindunganku terhadapmu, sampai kau tak mau lagi menunggu kebahagiaanku yang sempat hilang ini? walaupun aku tau menahanmu untuk tidak kluar dari mataku itu sangat sulit.. cobalah kau lihat lagi perjuanganku* dan air mata itu brkata *cukup, jangan mmbuatku menjadi semakin bersalah!! aku hanya ingin tidak setiap saat aku harus kluar dri matamu, kau tau apa mksdku? AKU TIDAK RELA MELIHATMU MENANGIS, saat tak ada yang menghapuskan aku dari matamu!* aku menjawab *tak ada yang lebih indah slain kbhagiaan yang utuh, andai kau bkan hanya sekedar air mata peluklah aku seerat mungkin, jngan biarkan aku sendiri tanpa teman, tanpa penjaga mendekatlah, mendekat bukan untuk bersedih, kita mendekat untuk bahagia :)
END,...


lena sayang mba
BalasHapusmba juga sayang sama dede...
Hapus