Laman

Kamis, 23 Agustus 2012

Malaikat Kecilku Menangis

Malam ini malaikat kecilku kembali menangis, dia meneteskan airmatanya begitu deras semakin membuatku tak mampu menatap mata hatinya yang slalu memohon padaku.. sungguh aku tak dapat mlihatnya bersedih, aku hanya mampu berkata *tenang adikku, tenang, jangan menangis lagi.. hancur skali rasanya* andai aku mampu menggantikannya dg senyuman, bukan senyuman yang sesaat pasti akan ku lakukan untuk malaikat kecilku yang malang :( hentikan tangisanmu malaikat kecilku jangan semakin kau mlumpuhkan aku yang lemah menjadi mati :( seandainya aku belum melewati waktu itu, maka akan aku hindari demi Malaikat Kecilku, aku akan tetap berada dalam dekapannya menggantikan malaikat pelindung (ibu) kami yang telah berada di surga keabadian.. seandainya sang malaikat pelindungku (ibu) masih berpijak di bumi ini mungkin aku dan malaikat kecilku tak akan merasakan kesepian dan kelelahan menahan hatiku yang mulai berbalut kepiluan, tangisan ini semakin akrab dg hari2ku, tangisan ini semakin mengerti tentang apa yang aku dan malaikat kecilku rasakan.. apa kami harus tetap berada dalam pelukkan sang kesedihan? sementara kesedihan itu tak mampu membuatku dan malaikat kecilku bahagia, kesedihan itu hanya terdiam bahkan sesekali tersenyum mlihatku begitu hancurnya tanpa adanya sang pelindung yang mendekapku dan malaikat kecilku lagi.. kesedihan itu tetap keras kepala berada di dekatku dia mencoba menancapkan kepedihan itu lagi.. aku tak dapat berbuat apa2 slain tetap melindungi malaikat kecilku yang lemah (adikku) :(

2 komentar: