"sebenarnya aku sudah lelah aku ingin pergi tapi apalah daya, aku tidak punya daya apa-apa kecuali diam tanpa bisa berbuat apa-apa. di rumah ini aku ibarat boneka yang dengan semaunya berbuat tanpa perasaan, aku merasa selalu di salahkan dan tidak pernah ada artinya apa-apa aku selalu mengalah, hatiku sabar, sakit.....
sedangkan orang yang janjinya akan melindungipun tidak pernah mau memenuhi janjinya aku ingin terlepas dari rumah ini...............
tidak ada keadilan, kalau bukan karena anak dan keluargaku mungkin aku sudah pergi, karena aku sudah tidak sanggup lagi menanggungnya. Ya Allah hanya engkaulah yang dapat menolongku untuk melepas segala masalah yang sedang aku hadapi ini aku yakin dengan segala kebesaran dan kekuatanmu engkau pasti menolong hamba-hambamu yang sedang dalam kesulitan. Ya allah angkatlah derajat dalam derajat yang....... agar aku bisa terlepas dari segala masalah ini"
"hari ini tanggal 18 desember, aku sudah mulai merasa lelah sekali, letih tidak tahu apa yang harus aku lakukan, aku benci dengan segala kepalsuan ini, aku ingin lari, aku tidak menyesal dengan perkawinan ini, tapi aku menyesal bergabung dengan keluarga yang semuanya keras kepala, aku benci benci........."
"Anakku yang cantik yang lucu, mamah selalu mendoakan agar engkau kelak menjadi anak yang tinggi derajatnya dan hidup selalu berkecukupan dengan mempunyai pendamping yang bertanggungjawab"
"hari ini aku merasa kebahagiaan yang tidak dapat aku ungkapkan dengan kata-kata, kebersamaan yang indah, andai saja kebersamaan ini hanya Kita Berempat dalam atap keluarga. Betapa kebahagiaan ini lebih sempurna lagi"

Itulah sepenggal harapan yang dituliskan seorang Perempuan yang memiliki kekayaan hati yang sangat sempurna Allah ciptakan dengan segala kekurangan dan kelebihan yang Allah berikan, Perempuan itu adalah Ibuku, Perempuan itu adalah surgaku, Perempuan itu adalah senyumku, dia sudah cukup lelah dan dia sudah berhasil melakukan semua tugasnya dengan baik sebagai Ibu rumah tangga, melayani suami, menahan diri dari amarah dan emosi, melayani mertua seikhlas hati, mendapat ketidakadilan dari keluarga yang mengakunya keluarga, diperlakukan dengan menyakiti hatinya, dia sudah lulus ya Allah perempuan itu sudah bahagia dengan keadaan yang berbeda sekarang, engkau telah mengambilnya kembali dan mewujudkan semua harapannya untuk bisa bahagia dan lepas dari segala masalahnya dengan menempatkan dia di sisimu bersama surga yang penuh dengan kebahagiaan. Kau lebih tau apa yang terbaik untuk umat-Mu, Kau lebih mengerti apa yang seharusnya terjadi, Kau tidak lagi memberikan kebahagiaan di dunia untuk Ibuku, melainkan Kau berikan kebahagiaan di akherat sebagai jalan yang abadi menuju keindahan kasih sayang dan surgamu.. Kini aku mengerti ya Allah Kaulah dzat maha segalanya, dzat pemberi tolong bagi kelakuan manusia yang hanya mementingkan diri sendiri. Kau selamatkan Ibuku dari keluarga yang selalu menyakiti hatinya, Kau selamatkan Ibuku lewat tanganmu, Kau angkat nyawanya Kau beri kebahagiaan sejati di alam sana. Kau sungguh maha kuasa di atas kemampuan yang tidak bisa di jangkau. Kau penolong Ibuku ya Allah. Lewat catatan hariannya sekarang aku mengerti Kau lah yang mempunyai kasih sayang yang nyata dan sejati di bandingkan dengan manusia yang mengakunya mampu melindungi. Akupun tidak membenci siapapun, melainkan aku hanya masih merasakan sakit hati yang teramat dalam atas perlakuan mereka terhadap Ibuku. Biarlah mereka selalu menjelek-jelekan aku sepengetahuan yang mereka lihat. Tapi Allah tidak buta, terimakasih untuk Bapaku yang sampai sekarang masih membiayai Kuliahku walaupun kasih sayang itu tidak sesempurna mamah..

Inilah putri kecilmu yang berusia 5 bulan sekarang aku sudah besar, aku sudah dewasa mamah... aku sedang meraih impianku membahagiakan Lena, mamah opah, dan Bapa..... Terimakasih mamah mencatatkan segala kegelisahan mamah sehingga aku mengerti Allah maha adil atas segala kuasanya.. :)
mba jangan sedih
BalasHapusengga sayang...
Hapus