Laman

Senin, 21 Juli 2014

????

apa salah jika seorang anak usia 9 tahun yang sudah tidak memiliki Ibu bermain dengan dunianya? bukankah mereka tidak pantas untuk di salahkan hanya karena mainannya mengganggu dan merusak pemandangan mata orang dewasa? wajar jika mereka mengalihkan semua kesenangannya pada benda-benda (kertas, pulpen, plastik, boneka dll) yang di anggapnya menolong untuk menghilangkan rasa jenuh tanpa kasih sayang dari kalian yang mengakunya menjaga di rumah? mereka tidak salah bahkan tidak pantas untuk di salahkan, kalian yang mengakunya dewasa hanya bisa menyalahkan, membandingkan dan menganggap mereka sebagai anak yang nakal dan tidak tau kebersihan. sepantasnya wajar mereka bermain sesuai dengan apa yang di lihatnya, mereka meniru, sembari menghilangkan jenuh yang kalian sendiri tidak bisa memberikan kasih sayang sesempurna Ibu kandungnya. cara kalian sebagai orang yang mengakunya dewasa selalu penuh dengan emosi, keegoisan, kemarahan, dan tidak bisa mengontrol diri hanya karena hal yang masih terlalu wajar untuk di perdebatkan, seolah-olah hidup kalian terganggu dengan adanya keberadaan anak tersebut di usianya. itu semakin menguatkan saya bahwa kalian yang mengakunya dewasa hanya ada kemunafikan dan kebohongan kasih sayang. amarah dan emosi yang anda ciptakan tidak akan pernah anda temui kedamaian yang sesungguhnya. anak tercipta dengan dunianya, dunia kebahagiannya, dunia yang anda anggap hanya sebuah benda mati tak berguna, dunia yang anda anggap sampah, dia berhak bermain, dia berhak menciptakan suasana yang damai untuk dirinya, dia berhak menciptakan keinginan apapun yang menjadi penyemangatnya. Jangan mengaku dewasa, jika melukai adalah hal yang paling mudah anda lakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar