Laman

Sabtu, 19 Juli 2014

YANG MENGAKUNYA

Siapa sangka menginginkan untuk menjadi yang paling bahagia adalah impian terindah yang manusia miliki, dia mengharapkan kebahagiaan yang nyata dan tulus dari orang-orang yang seharusnya memberikan keindahan itu dalam hidupnya. mungkin tak banyak mereka yang merasa kesal dan bimbang ketika harus berkumpul dengan orang-orang yang sebagian menganggap itu adalah kenyamanan, namun tidak untuk saya. saya bukan orang yang ahli berperan dengan suasana yang berubah sehingga saya harus memerankan sebagai manusia yang tiba-tiba berkoar kesana kemari mencari perhatian yang sebenarnya tidak saya dapatkan di sini, saya bukan anak kecil yang tidak perlu memikirkan masalah apapun yang ada di kehidupan saya dan bermain melupakan segalanya. Tidak ada manusia yang mampu bertahan jika tidak ada kehangatan dan kenyamanan dari oarang di sekelilingnya. saya akan merasa bahagia jika saya hidup dengan kenyamanan yang tulus, bukan mereka yang sejatinya berkata paling benar karena sudah merasakan asam, manis, pahitnya kehidupan. ukuran manusia dalam menentukan masalah seberat apapun tidak akan sama jawabnya, bukankah peran orang tua tidak hanya memberikan dukungan secara materi saja? bukankah seharusnya orang tua merasa lebih peka terhadap apa yang di rasakan buah hatinya? bukankah nasehat yang penuh dengan kasih sayang jauh lebih hangat ketika hanya meluapkan emosi keegoisan sebagai orang yang di sebut paling berpengalaman itu jauh lebih baik? tangisan kami bukan tangisan anak nakal yang harus di balas dengan emosi saat kami merasa ada di titik paling akhir kesalahannya. mengapa untuk mendapatkan kenyaman dan kebahagiaan batin saja serasa meminta hal yang paling sulit dan mustahil untuk di dapat? apa hidup mereka yang mengaku sebagai orang tua tidak memahami apa arti kasih sayang yang tulus? pernah saya mengungkapkan isi hati saya ini, namun apa jawabnya? "anak durhaka" lah yang di sematkan untuk saya. Bukankah pendapat anak juga berperan penting untuk menentukan nasibnya di esok hari? Bukankah anak juga manusia yang sewaktu-waktu merasa ingin di dengar keluhannya tidak untuk di cela dan di anggap salah? mereka yang mengakunya sudah dewasa dan mereka yang mengakunya orang tua tidak akan pernah mengerti apa itu ketulusan menyayangi. Tidak membantu itu adalah anak malas, tidak keluar dari kamar seharian itu adalah malas, tidak tanggap itu adalah anak malas. Itu yang kalian tau yang mengakunya sudah dewasa dan yang mengakunya sebagai orang tua. mereka lupa untuk tidak menanyakan "kenapa" mereka lupa untuk mencurahkan "perhatian" mereka lupa itu semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar