Laman

Senin, 21 Juli 2014

????

apa salah jika seorang anak usia 9 tahun yang sudah tidak memiliki Ibu bermain dengan dunianya? bukankah mereka tidak pantas untuk di salahkan hanya karena mainannya mengganggu dan merusak pemandangan mata orang dewasa? wajar jika mereka mengalihkan semua kesenangannya pada benda-benda (kertas, pulpen, plastik, boneka dll) yang di anggapnya menolong untuk menghilangkan rasa jenuh tanpa kasih sayang dari kalian yang mengakunya menjaga di rumah? mereka tidak salah bahkan tidak pantas untuk di salahkan, kalian yang mengakunya dewasa hanya bisa menyalahkan, membandingkan dan menganggap mereka sebagai anak yang nakal dan tidak tau kebersihan. sepantasnya wajar mereka bermain sesuai dengan apa yang di lihatnya, mereka meniru, sembari menghilangkan jenuh yang kalian sendiri tidak bisa memberikan kasih sayang sesempurna Ibu kandungnya. cara kalian sebagai orang yang mengakunya dewasa selalu penuh dengan emosi, keegoisan, kemarahan, dan tidak bisa mengontrol diri hanya karena hal yang masih terlalu wajar untuk di perdebatkan, seolah-olah hidup kalian terganggu dengan adanya keberadaan anak tersebut di usianya. itu semakin menguatkan saya bahwa kalian yang mengakunya dewasa hanya ada kemunafikan dan kebohongan kasih sayang. amarah dan emosi yang anda ciptakan tidak akan pernah anda temui kedamaian yang sesungguhnya. anak tercipta dengan dunianya, dunia kebahagiannya, dunia yang anda anggap hanya sebuah benda mati tak berguna, dunia yang anda anggap sampah, dia berhak bermain, dia berhak menciptakan suasana yang damai untuk dirinya, dia berhak menciptakan keinginan apapun yang menjadi penyemangatnya. Jangan mengaku dewasa, jika melukai adalah hal yang paling mudah anda lakukan.

Sabtu, 19 Juli 2014

YANG MENGAKUNYA

Siapa sangka menginginkan untuk menjadi yang paling bahagia adalah impian terindah yang manusia miliki, dia mengharapkan kebahagiaan yang nyata dan tulus dari orang-orang yang seharusnya memberikan keindahan itu dalam hidupnya. mungkin tak banyak mereka yang merasa kesal dan bimbang ketika harus berkumpul dengan orang-orang yang sebagian menganggap itu adalah kenyamanan, namun tidak untuk saya. saya bukan orang yang ahli berperan dengan suasana yang berubah sehingga saya harus memerankan sebagai manusia yang tiba-tiba berkoar kesana kemari mencari perhatian yang sebenarnya tidak saya dapatkan di sini, saya bukan anak kecil yang tidak perlu memikirkan masalah apapun yang ada di kehidupan saya dan bermain melupakan segalanya. Tidak ada manusia yang mampu bertahan jika tidak ada kehangatan dan kenyamanan dari oarang di sekelilingnya. saya akan merasa bahagia jika saya hidup dengan kenyamanan yang tulus, bukan mereka yang sejatinya berkata paling benar karena sudah merasakan asam, manis, pahitnya kehidupan. ukuran manusia dalam menentukan masalah seberat apapun tidak akan sama jawabnya, bukankah peran orang tua tidak hanya memberikan dukungan secara materi saja? bukankah seharusnya orang tua merasa lebih peka terhadap apa yang di rasakan buah hatinya? bukankah nasehat yang penuh dengan kasih sayang jauh lebih hangat ketika hanya meluapkan emosi keegoisan sebagai orang yang di sebut paling berpengalaman itu jauh lebih baik? tangisan kami bukan tangisan anak nakal yang harus di balas dengan emosi saat kami merasa ada di titik paling akhir kesalahannya. mengapa untuk mendapatkan kenyaman dan kebahagiaan batin saja serasa meminta hal yang paling sulit dan mustahil untuk di dapat? apa hidup mereka yang mengaku sebagai orang tua tidak memahami apa arti kasih sayang yang tulus? pernah saya mengungkapkan isi hati saya ini, namun apa jawabnya? "anak durhaka" lah yang di sematkan untuk saya. Bukankah pendapat anak juga berperan penting untuk menentukan nasibnya di esok hari? Bukankah anak juga manusia yang sewaktu-waktu merasa ingin di dengar keluhannya tidak untuk di cela dan di anggap salah? mereka yang mengakunya sudah dewasa dan mereka yang mengakunya orang tua tidak akan pernah mengerti apa itu ketulusan menyayangi. Tidak membantu itu adalah anak malas, tidak keluar dari kamar seharian itu adalah malas, tidak tanggap itu adalah anak malas. Itu yang kalian tau yang mengakunya sudah dewasa dan yang mengakunya sebagai orang tua. mereka lupa untuk tidak menanyakan "kenapa" mereka lupa untuk mencurahkan "perhatian" mereka lupa itu semua.

TANPA MEREKA

Akhirnya setelah sekian lama aku menjalani kehidupan ku baru kali ini aku bisa menyempatkan waktu untuk menulis, menulis tidak hanya sekedar hobby melainkan sebuah karya yang tidak bisa semua orang lakukan. aku tak seindah kalian, bahkan aku tak sesempurna kalian. ntah apa yang ada di dalam benakku hingga aku harus menulis postingan ynag berjudul "TANPA MEREKA" sulit rasanya untuk memulai setiap kisah yang telah Allah gariskan dalam kehidupan kita. Banyak kisah yang ku alami, tidak semua keluarga memiliki sifat yang sama terhadap anggota keluarga lainnya, banyak dari mereka yang tidak tau apa arti kasih sayang nyata terhadap yang lainnya. mereka hanya mementingkan apa yang menjadi prioritas mereka. inikah yang dinamakan bahwa keluarga adalah tempat utama untuk berteduh ketika tubuh ini lelah dengan segala aktifitas yang ada? hanya berharap ada sedikit kehangatan yang tercipta sekedar melepas tawa dan berbagi pengalaman, tanpa harus berteriak, menyalahkan, bahkan merasa paling benar dalam satu rumah. asal kalian tau saya bukan orang yang paling bahagia ketika yang lain bahagia bisa bertemu dengan keluarganya di rumah. mereka yang meneriakan paling benar justru mereka yang tidak pernah merasakan apa itu kebersamaan. Yang tua harus selalu minta di layani, dan yang muda harus selslu menuruti kehendak apapun yang diperintahkan. mereka gagal menciptakan kehangatan! Aku benci seisi rumah ini, aku benci orang yang mengakunya keluarga tapi munafik menuntut untuk minta di bantu tapi berkoar-koar merasa hak dia di atas segalanya. saya bukan tidak menghormati atau membenci segala yang Allah ciptakan dengan sikap dan sifat yang berbeda. Tapi masih ingat siapa yang membantu meringankan beban masalah kalian dulu, membantu merawat anak kalian, membantu menyiapkan hidangan makanan terlezat untuk kalian, membantu mengurus surga di telapak kakinya sementara kalian sendiri tidak pernah melakukan hal itu. Lupa? hahaha :D MUNAFIK!!!